Kutahu yang Kumau (Akhirnya!)

Setelah sekian lama bertanya-tanya pada diri sendiri (beneran, selama ini, ini adalah pengalaman bertanya yang tersulit bagiku untuk mendapatkan jawabannya – entah karena memang pertanyaannya seringnya sulit-sulit atau memang aku belum punya kapabilitas untuk menjawab. Makanya nanya tho?),

akhirnya,

aku berhasil mengetahui apa yang aku mau!

Walaupun ini bentuknya barang sih, bukan sesuatu yang abstrak (seperti kebahagiaan).

Ini juga hal yang duniawi banget, bukan sesuatu yang mulia (seperti melihat orang-orang bisa lebih saling memaafkan).

Inipun keinginan yang sangat egosentris, hanya demi aku dan untuk aku, bukan sesuatu yang bermanfaat untuk sejuta umat (seperti Jakarta yang lebih bersih, nyaman, dan bebas macet, serta dunia yang bebas terorisme).

Walaupun dengan semua kriteria di atas, kenyataan hari ini sangat amat membuka mata dan membuka hati!

.

(Catatan: semua hal di dalam kurung di atas juga aku ingin sih, tapi aku merasa itu hal-hal yang kurang personal dan kurang nyata aja)

.

entahlah, tapi kejadian hari ini merupakan sesuatu yang sangat amat nendang! (akupun kaget, mungkin ini adalah perasaan yang selama ini terlupakan, dan mungkin diam-diam aku rindukan)

semangat yang aku rasakan,

kebahagiaan yang muncul,

gairah yang langsung membahana,

(duh! Aku mau mendeskripsikan “the excitement i felt, the joy that comes, the passion that sparks! Ini kenapa jadi menye-menye yak ketika ditulis dalam bahasa Indonesia..)

intinya aku bener-bener seneng, dan kaget ngeliat diri sendiri, yang begitu ngeliat dan MEMEGANG, langsung sesemangat itu dan seyakin itu “this is what i want!!”

.

i call it, LOVE AT THE FIRST TOUCH!

.

begitu pegang, langsung aku oprek-oprek, aku explore, menjelajah fitur-fitur yang dia punya,

langsung aku cari teknologinya,

langsung aku baca artikelnya,

dan langsung aku tanamkan dalam hati buat beli barang ini!

.

lalu, apakah aku sudah langsung beli??

.

Hmm. Kalo mau beli sekarang pun aku punya uang sih sebenernya..

(bukannya sombong)

tapi…

Kali ini, aku ingin mencoba.

membeli dengan perjuangan.

aku ingin merasakan “effort” ketika aku ingin sesuatu,

aku ingin merasakan memperoleh sesuatu dengan tidak instan,

aku ingin menikmati proses kepingin ini lebih panjang, dan menikmati proses menanti2 dengan penuh semangat.

.

jadi, mulai hari ini, aku mau menabung, menyisihkan uang makan per hari.

(dan aku mau jujur, bener2 menyisihkan dari budget! Hmm kalo kuitung-itung, semisal per hari sisihkan Rp50.000, bisalah ku beli dalam 40 hari!)

.

Ok! Sampai jumpa di kisah selanjutnya tentang cinta pada sentuhan pertama ini, 1,5 bulan lagi!

Bukan Kata-Kataku

Tapi aku setuju.

.

“Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat,

janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.”

 

-Dee Lestari

(via Jenny Jusuf’s Instagram)

Happy Valentine’s Day

Hari ini hari Valentin.

Atau hari kasih sayang.

.

Seumur hidup 27 tahun, belum pernah sih Valentine-an berduaan sama pacar (Kalo pernahpun, berarti aku udah lupa hahaha maafkan aku ya mantans).

Tapi realitanya, dalam hidup memang kita berbagi kasih bukan cuma sama pacar kan?

Begitu banyak pihak yang sayang dan perhatian sama kita.

Jadi fair enough kalau hari kasih sayang ini layak dirayakan bersama mereka.

Mereka ini siapa aja?

mulai dari keluarga, yang adalah orang pertama yg kita kenal, dan tentu yg paling setia.

sahabat dan teman-teman, yang jadi rekan berbagi tawa dan keisengan, dan tak jarang dibumbui kegalauan bersama di masa-masa labil menatap masa depan ini.

nah ini next-nya, mau aku elaborate lebih.

pacar, gebetan, pasangan hidup, atau sejenisnya. Si satu orang ini, mungkin memang take up a large space di hati. Entah sejak kapan dan di mana mulainya, bahkan sering timbul “ga pernah ngebayangin bakal sama dia”, tapi tiba-tiba hidup dan hati dan pikiran sudah terisi cukup banyak oleh si satu orang ini.

Tanpa disadari, mendadak dia menjadi signifikan dan penting dalam hidupmu,

mendadak dia menjadi tempatmu bercerita bertanya dan berdiskusi – tentang keputusan-keputusan dan hal esensial dalam hidupmu,

mendadak dia menjadi seperti unsur yang menguatkan, seperti kecap pada telur dadar. Dua pribadi yang terpisah, berdiri sendiri, sebenarnya punya kegiatan masing-masing dan tidak harus selalu bergantung, tapi jadi super sinergis dan jadi enak banget ketika lagi bareng.

mendadak dia menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari,  masuk ke dalam salah satu prioritas harian,

mendadak dia menjadi begitu berpengaruh, memunculkan tawa hingga tangis, memancing rindu hingga amarah.

.

lho kok jadi panjang.

intinya, aku sayang semua yang disebut di atas. Keluarga, sahabat, dan kekasih aku.

.

bonus: aku kasih liat nihh

img_4891

My dear M & me

inilah si kecap di telur dadarku,

keju di makaroniku,

cranberry di granolaku,

daun pepaya di nasi Padangku,

bisa sih tanpa dia tapii lebih baik kalo ada dia kan!

oiya ada lagi yang bisa menggambarkan si pacarku ini. My bowl of kuah kaldu ayam: my comfort zone and favorite heartwarmer.

.

happy Valentine’s day,

dear M!

“We are not always singing the same song,

and there are many times we’re not in tunes,

but it doesn’t matter,

because we are lovebirds, not songbirds”

Thanks for spending your V-day with me 😉

Walopun sayangnya tiap hari, tapi boleh lah yaa post ini didedikasikan di hari semua orang sayang sayangan..

.

note: aku ketiduran di saat nulis ini, jadi saat ini udah tanggal 15 Februari pagi. Anggap saja masih 14 yaa.

Worrisomelove

rasa sayang itu mengkhawatirkan.

sejak awal.

apakah rasa ini?

kapankah dia lahir?

akankah berakar?

akankah berbalas?

akankah makin mendalam?

akankah menggoreskan luka?

akankah pergi terlalu cepat?

akankah menguatkan?

akankah memancing rindu?

akankah menghiasi mimpi?

akankah membahagiakan?

akankah mengecewakan?

akankan mungkin bercabang?

akankah dapat terkubur?

.

begitu banyak kekhawatiran,

tentang suatu rasa yang sulit disembunyikan,

tentang suatu rasa yang terlalu indah untuk hanya dipendam,

tentang suatu rasa yang menunggu untuk dipupuk hingga berbuah.

.

mengapa harus membiarkan rasa takutmu menang?

apakah salah jika rasa itu akhirnya terucap?

apakah salah membiarkan tembok pertahanan itu dipanjat oleh seorang yang gigih?

apakah salah membuka pintu lebar-lebar pada kebahagiaan yg sedang mengintip, hanya karena tahu bahwa tak ada yang abadi di dunia ini?

.

pada akhirnya,

semua pertanyaan di atas tidak perlu dijawab.

.

Sekian.

.

.

P.S. Jangan biarkan kekhawatiran menghantui bibit kebahagiaan ini.

Yakult dan Harapan

ini adalah kisah tentang Emak.

saat itu akhir November 2012.

keluargaku dikagetkan dengan kepergian Emak yang tiba2, sekitar pukul 8 pagi.

begitu tiba-tibanya,

karena menurut cerita orang rumah,

paginya Emak masih membuka kulkas,

mengeluarkan Yakult dari kulkas,

seperti yang biasa dilakukannya setiap hari, karena Yakult dari kulkas selalu terlalu dingin menurut Emak.

 

Hingga beberapa hari kemudian,

Yakult itu masih saja bertengger di meja pantry,

sepertinya tak ada yang tega untuk membuangnya,

entah apakah karena itu kenangan terakhir dari hidup Emak?

ataukah karena dalam sebotol kecil Yakult itu, mengingatkan bahwa hal sekecil apapun dari rutinitas dapat mengandung harapan hidup?

.

Hal-hal kecil dan sederhana seperti inilah, yang sering menimbulkan haru dan rindu di dada.

Umur manusia tak ada yang tahu, manusia hanya bisa berserah pada-Nya, dan berharap setiap hari:

untuk dapat menjalani kehidupan yang berfaedah, yang sarat dengan kasih dan perhatian kepada keluarga dan sesama, yang membuat diri dapat tersenyum saat mengingat eksistensinya di dunia.

.

Aku ingin berani menyayangi, walaupun tahu akan kehilangan.

Aku ingin berani menginisiasi, walaupun kadang pengikut dan dukungan itu tak ada.

Aku ingin berani memiliki harapan dan cita-cita, walaupun lebih mudah untuk ikut arus asalkan bahagia.

Aku ingin bisa membuat diriku tersenyum di kemudian hari, karena tidak ada (tidak banyak) keputusan yang aku sesali.

.

ujung2nya rada kurang nyambung ya? Haha. Yasudahlah ya #sukasukastui.

anaknya lagi belajar merefleksikan kehidupan.

😉

.

(Note: “Emak” adalah sebutan yang digunakan kebanyakan keturunan Chinese Jawa untuk memanggil “nenek”. Berasal dari “Ama” dan “Akong” – menjadi “Emak” dan “Engkong”)

 

Good Night, Sayang.

 

 

Sederhana, tidak muluk-muluk, manis apa adanya.

Ucapan singkat namun sarat dengan perasaan,

Efektif menyematkan senyuman, mengentalkan rasa rindu, dan mengirimkan hangatnya pelukan.

.

Malam ini akan selalu ada di laci memori,

terekam sebagai malam kamu mengucap sayang itu,

walaupun tahu bahwa rasa ini, di dunia ini, bukanlah hal yang abadi.

di mana kepedihan berlomba-lomba dengan kebahagiaan untuk memperbesar kapasitas.

dan harapan bercampur dengan kekhawatiran.

.

.

wahai pemikir yang tercinta,

di malam ini,

biarlah hati yang menang.

.

aku sayang kamu.